Sabtu, 12 Januari 2013

Tulisan atau Karya Ilmiah


Tulisan atau Karya Ilmiah

Pengertian Tulisann / Karya Ilmiah menurut para ahli
Menurut Munawar Syamsudin (1994), tulisan ilmiah adalah naskah yang membahas suatu masalah tertentu, atas dasar konsepsi keilmuan tertentu, dengan memilih metode penyajian tertentu secara utuh, teratur dan konsisten.
Yamilah dan Samsoerizal (1994 : 90) memaparkan bahwa ragam karya ilmiah terdiri atasbeberapa jenis berdasarkan fungsinya. Menurut pengelompokan itu , dikenal ragam karya ilmiahseperti ; makalah, skripsi, tesis, dan disertasi.
“Suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan sederhana mengenai pengertian karangan atau karya ilmiah, yaitu: Suatu tulisan yang dibuat dari oleh seseorng atau kelompok dari suatu hasil penelitian, pengamatan dengan menggunakan cara tertentu yang teratur secara sistematis dan harus dapa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Ciri-ciri Tulisan atau Karya Ilmiah harus mengandung beberapa hal diantaranya:
  1. Kejelasan. Artinya semua yang dikemukakan atau tulis harus jelas asal dan maksudnya
  2. Kelogisan. Artinya keterangan yang dikemukakan masuk akal.
  3. Kelugasan. Artinya pembicaraan langsung pada hal yang dituju atau langsung pada pokok pembahasan.
  4. Keobjektifan. Artinya semua keterangan benar-benar aktual, apa adanya tidak melebih-lebihkan.
  5. Keseksamaan. Artinya berusaha untuk menghindari diri dari kesalahan sekecil apapun.
  6. Kesistematisan. Artinya semua yang dikemukakan disusun menurut urutan yang baik yang memperlihatkan kesinambungan.
  7. Ketuntasan. Artinya segi masalah dikupas secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.

Keriteria Tulisan atau Karya Ilmiah
Suatu karangan  atau karya ilmiah harus memenuhi standar penelitian ilmiah yang mampu mengungkapkan cara berfikir seorang mahasiswa dalam hal :
  1. Harus mengamati fenomena empiris, mengindentifikasi, merumuskan dan mampu menjawab suatu masalah penelitian.
  2. Harus melakukan prosedur dan standar penelitian ilmiah yang tepat dan benar dalam rangka menjawab permasalahan penelitian yang telah dirumuskan.
  3. Harus membuat laporan hasil penelitian sesuai dengan standar penulisan ilmiah secara sistematis.
  4. Harus menggunakan minimal masing-masing 1 (satu) jurnal baik Jurnal Nasional maupun jurnal internasional sebagai landasan berpikir.

Syarat Tulisan Ilmiah
 Suatu tulisan dari hasil penelitian, pengamatan, ataupun peninjauan dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
  1. Penulisannya harus berdasarkan hasil dari suatu penelitian
  2. Pembahasan masalah harus objektif dan sesuai dengan fakta
  3. Karangan itu mengandung masalah yang sedang dicari pemecahannya baik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metode tertentu
  4. Bahasa yang digunakan sebaiknya harus benar, jelas, ringkas, dan tepat sehingga tidak membuat pembaca salah dalam mengartikan atau salah mentafsir .

Langkah-langkah dalam menulis tulisan atau karya ilmiah
Langkah-langkah penulisan karya ilmiah pada umumnya meliputi empat tahapan, yaitu :
  1. Perumusan Masalah
Dalam membuat suatu tulisan atau karya ilmiah kita harus menentukan apa yang harus kita bahas untuk dijadikan suatu karangan atau karya ilmiah. Untuk menentukan hal itu kita harus mengetahui atau mencari informasi permasalahan apa yang dapat kita ambil untuk menjadi karangan yang sesuai dengan kemampuan kita. Pada dasarnya banyak hal yang dapat menjadi acuan atau dasar dari permasalahan yang dapat kita ambil seperti permasalahan relevansi pendidikan, kemiskinan, lingkungan hidup, sosialisasi politik, suksesi kepemimpinan nasional, ketergantungan di bidang teknologi, dampak negatif proses industrialisasi, dan yang lain.
Dalam menentukan permasalahan yang kita akan ambil ada hal-hal yang harus diperhatikan yaitu:
  1. Permasalahannya yang akan kita ambil atau tulis harus sesuatu yang baru dan sedang banyak dibicarakan atau dicari oleh banyak orang.
  2. Permasalahannya yang kita tulis sebisa mungkin sesuai dengan minat dan disiplin ilmu yang kita tekuni, sehingga kita lebih mudah untuk membuat tulisan dan mempertanggung jawabkannya.
Dalam menentukan permasalahan yang akan kita ambil ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk kita dapat mempermudah dalam menentukan permasalahan yang akan kita ambil, yaitu:
-          Banyak membaca buku dari berbagai sumber
-          Membaca karangan atau karya tulis orang lain, untuk menjadikan acuan dan menambah pengetahuan penulis.
-          Berusaha mengamati atau mengetahui hal-hal yang terjadi disekitar kita.

  1. Pengembangan Hipotesis
Dalam membuat Tulisa atau karya tulis kita harus memperluas hipotesis yang kita miliki agar kita dapat memberikan berbagi solusi pemecahan masalah yang kita ambil. Fungsi utama hipotesis dalam karya tulis ilmiah ialah untuk mengarahkan imajinasi ilmiah kita agar bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi jika kita berupaya memecahkan permasalahan yang kita hadapi dengan pendekatan-pendekatan tertentu.
  1. Pengumpulan dan Analisis Data
Dalam tulisan atau karya ilmiah pengumpulan data  sangat diperlukan untuk memperkuat hipotesis yang kita buat agar meyakinkan para pembaca mengenai solusi dari pemecahan masalah yang kita buat. Jika kita dapat menyakjikan data yang memadai maka karya tulis  kita akan menjadi lengkap dan dapat menjadi hal yang menjadikan acuan untuk para pembaca mempercayainya.

  1. Pengujian Hipotesis.
Dalam pengujian hipotesis ini bermaksud untuk menentukan posisi penulis berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Pada tahap ini tercapailah tujuan  pembahasan, sehingga dalam tahap ini penulis harus bisa memaparkan dengan jelas apakah hipotesis yang diajukan ditolak atau diterima. Untuk bisa melakukan pembahasan dengan akurat, kita sebaiknya banyak membaca teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang terkait dengan topik karya tulis kita. Dengan berbuat demikian berarti kita telah mengambil dan menentukan posisi ilmiah bagi diri kita sendiri. Selanjutnya kita perlu menyimpulkan inti karya tulis kita, memberikan  saran atau  himbauan,   sesuai dengan temuan karya tulis kita tersebut.

Tujuan Tulisan atau karya ilmiah
  1. Tujuan dari suatu penulisan atau karangan ilmiah adalah sebagai berikut :
  2. Untuk meelatih kemampuan dasar dalam melakukan penelitian.
  3. Menumbuhkan etos kerja ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga bukan hanya sebagai konsumen ilmu pengetahuan, namun juga bisa menjadi produsen (penghasil) pemikiran serta mampu membuat karya tulis di bidang ilmu pengetahuan, khususnya selesai melakukan penelitian.
  4. Sebagai sarana atau tempat pelatihan mengungkap pemikiran maupun hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang metolodologis dan sistematis.
  5. Untuk menunjukan atau membuktikan keahlian dan pengetahuan ilmiah yang di miliki mahasiswa untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan mendapatkan pendidikan dan pengetahuan dari jurusannya.
  6. Karya ilmiah yang sudah di tulis di harapkan mampu menjadi sarana informasi pengetahuan antara sekolah dan masyarakat, serta bagi orang-orang yang berminat untuk membacanya.

Manfaat Karya Ilmiah
Dalam menuliskan suatu karangan atu karya ilmiah terdapat beberapa manfaat, yaitu: 
  1. Meningkatkan data secara jelas dan sistematis serta pengorganisasian fakta.
  2. Melatih untuk mengembangkan ketrampilan membaca dan memahami yang efektif.
  3. Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber.
  4. Menambah ilmu pengetahuan atau memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
  5. Mendapat kepuasan tersendiri atau memperoleh kepuasan intelektual.

Sumber : (diambil dari sumber 12-01-2013 jam 21.25 WIB)
PENULISAN KARYA ILMIAH Oleh: Dr. SUGIHARSONO, M.Si. ( Dosen FISE- UNY Yogyakarta)

Baca Selengkapnya..

Sabtu, 29 Desember 2012

Fenomena Sosial Tentang Banjir


Abstrak
Banjir adalah sebuah fenomena alam yang sering terjadi disekitar kita atau dilingkungan masyarakat dan dapat disebut juga fenomena sosial yang sering terjadi disekitar kita.
Banjir itu sendri adalah sebuah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam suatu daratan. Hal-hal yang menyebabkan banjir yaitu :
  1. Faktor manusia
-          Penebangan hutan, Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar, terutama penghijauan atau penanaman pohon kembali, tidak adanya resapan air, membuang sampah sembarangan, dan masih banyak lagi hal lainnya.
  1. Faktor Alam
-          Hujan lebat, meluapnya air sungai, danau, dan gampa bumi yang terjadi dilaut dan menyebabkan air laut meluap ke daratan.
Cara mencegah atau mengatasi banjir
  1. Menjaga lingkungan sekitar dengan cara membuang sampah tidak sembarangan, menjaga kebersihan sungai, menanam pohon untuk membantu resapan air.
  2. Membersihkan sungai ,danau dan juga area disekitar sungai atau danau.
  3. Membuat bendungan air untuk menampung sementara air.
  4. Membuat resapan air semaksimal mungkin disekitar kita.

Banjir

Pengartian banjir
Banjir adalah sebuah fenomena alam yang sering terjadi disekitar kita atau dilingkungan masyarakat karena  terendamnya daratan akibat meluapnya volume air pada saat tertentu dan dapat disebut juga fenomena sosial yang sering terjadi disekitar kita.
Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air.  Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminya.

Banjir di Indonesia menurut para ahli hidrologi dibagi menjadi  3 (tiga), yaitu :

  1.  Karena sungainya meluap, biasanya terjadi akibat dari sungai tidak mampu lagi menampung aliran air yang ada disungai itu akibat debit airnya sudah melebihi kapasitas. Kalau sudah begini, airnya itu akan mencari tempat lain, tempat itu ada dikanan kiri sungai yang biasanya merupakan daerah dataran banjir,luapan air ini bisa juga terjadi akibat kiriman, bila curah hujan tinggi di hulu sungai dan sistem DAS dari sungai itu rusak maka luapan airnya akan terjadi di hilir sungai.

  1.  Banjir ini merupakan banjir yang terjadi akibat air yang berlebihan ditempat itu dan meluap juga ditempat itu. Pada saat curah hujan tinggi dilokasi setempat dimana kondisi tanah dilokasi itu sulit dalam melakukan penyerapan air (bisa karena padat, bisa juga karena kondisinya lembab,dan bisa juga karena daerah resapan airnya tinggal dikit) maka kemungkinan terjadinya banjir lokal akan sangat tinggi sekali.

  1.  Banjir akibat pasang surut air laut. Saat air pasang, ketinggian muka air laut akan meningkat, otomatis aliran air di bagian muara sungai akan lebih lambat dibandingkan bila saat laut surut. Selain melambat, bila aliran air sungai sudah melebihi kapasitasnya (ditempat yang datar atau cekungan) maka air itupun akan menyebar kesegala arah dan terjadilah banjir.

Faktor-faktor penyebab banjir adalah sebagai berikut :
  1. Faktor manusia
Penebangan pohon yang dilakukan banyak orang secara illegal menyebabkan berkurangnya resapan air sehingga dapat menyebabkan volume air yang mengalir kesungai atau dataran lebih rendah bertambah karena tidak ada lagi pohon yang meresap air.
Ketidak perdulian manusia juga sangat mempengaruhi fenomena banjir yang terjadi disekitar kita. Contohnya, “Pencemaran sungai menjadi salah satu faktor penyebab bencana banjir yang kerap terjadi di Jakarta. Hal itu disebabkan oleh sampah yang menumpuk dan kemudian menyumbat aliran sungai”( Penulis : Riana Afifah | Jumat, 13 Mei 2011 | 15:33 WIB (megapolitan.kompas.com)( Editor : Hertanto Soebijoto)).
  1. Faktor alam
Hujan lebat dapat menyebabkan banjir dan dapat membuat volume air sungai atau danau bertambah dan menyebabkan banjir disekitar wilayah tersebut. Contohnya, “Banjir Jakarta 2007 adalah bencana banjir yang menghantam Jakarta dan sekitarnya sejak 1 Februari 2007 malam hari. Selain sistem drainase yang buruk, banjir berawal dari hujan lebat yang berlangsung sejak sore hari tanggal 1 Februari hingga keesokan harinya tanggal 2 Februari, ditambah banyaknya volume air 13 sungai yang melintasi Jakarta yang berasal dari Bogor-Puncak-Cianjur, dan air laut yang sedang pasang, mengakibatkan hampir 60% wilayah DKI Jakarta terendam banjir dengan kedalaman mencapai hingga 5 meter di beberapa titik lokasi banjir.
Pantauan di 11 pos pengamatan hujan milik Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menunjukkan, hujan yang terjadi pada Jumat, 2 Februari, malam lalu mencapai rata-rata 235 mm, bahkan tertinggi di stasiun pengamat Pondok Betung mencapai 340 mm. Hujan rata-rata di Jakarta yang mencapai 235 mm itu sebanding dengan periode ulang hujan 100 tahun dengan probabilitas kejadiannya 20 persen.”( http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_Jakarta_2007).

Cara mencegah dan mengatasi banjir
  1. Menjaga lingkungan sekitar dengan cara membuang sampah tidak sembarangan, menjaga kebersihan sungai, menanam pohon untuk membantu resapan air.
Dalam mengatasi atau mencegah banjir dapt dilakukan dengan cara menjaja lingkungan sekitar tempat kita tinggal dengan cara tidak membuang smaph sembarangan, menjaga sungai dan tidak mencemari’a dengan membuang sampah sembarangan, menjaga sekitar aliran sungai, menanam pohon sebagai saranan yang membantu untuk meresap air hujan.
  1. Membersihkan sungai ,danau dan juga area disekitar sungai atau danau.
Dengan membersihkan sungai maka kedalaman air tidak menjadi berkurang dan tidak akan menyebabkan volume air menjadi meningkat.
  1. Membuat bendungan air untuk menampung sementara air.
Dengan membuat bendungan maka air hujan yang melewati aliran sungai dapat ditampung sementara agar tidak membuat volume air yang melewati sungai bertambah secara derastis. Dengan bandungan yang dibuat maka volume air yang melewati sungai dapat diatur agar tidak manyevbabkan abnjir.
  1. Membuat resapan air semaksimal mungkin disekitar kita.
Membuat resapan air didaerah yang sering terjadi banjir dapat mengurangi volume air yang merendam wilayah tersebut dan bahkan jika resapan air yang dibuat sangan bagus atau tepat maka akan mengurangi resiko terjadinya banjir karena air akan diserap atau ditampung dalam resapan air tersebut dan tidak akan menyebabkan banjir.


Daftar Pustaka : 
 Bustanul Maulana(2010).Banjir(online).Tersedia: http://maulanabustanul.blogspot.com/2010/03/banjir.html (29Desember 2012).
 Riana Afifiah(penulis), Hertanto soebijoto(Editor).Buang Sampah Di Sungai Denda Rp. 20 juta(online).Tersedia: http://megapolitan.kompas.com/read/2011/05/13/1533550/.Buang.Sampah.di.Sungai.Denda.Rp.20.Juta?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=Banjir%20Jakarta

Sumber : Diambil dari sumber 29 Desember 2012,(10.30).
http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir
Baca Selengkapnya..

Jumat, 07 Desember 2012

Kutipan, Abstrak, dan Daftar Pustaka


KUTIPAN
Kuitpan secara sederhana dapat diartikan , sebagai suatu kalimat yang dituliskan untuk memberikan ide, gagasan atau pendapat dari suatu tulisan atau sumberlain(laporan, majalah, buku, internet, dan lainnya).
Beberapa fungsi Kutipan, yaitu :
  1. Memberikan penjelasan suatu uraian
  2. Sebagai bahan untuk menguatkan pendapat
  3. Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana
  4. Menunjukan kecermatan yang lebih akurat
  5. Menunjukan kualitas ilmiah yang lebih tinggi
 Dalam mengkutip suatu kalimat ada caraatau perinsip yang harus kita tahu. Cara atau perinsip itu adalah sebagai berikut :
  1. Apa bila saat itu mengkutip suatu kalimat dan dikalimat tersebut terdapat ejaan atau kata yang salah, maka kita tidak harus membetulkannya karena . kita sebagai pengkutip tidak diperbolehkan untuk mengganti kalimat orang lain.
  2. Dalam suatu kutipan kita diperbolehkan untuk menghilangkan beberapa bagian selama bagian yang kita hilangkan itu tidak mengakibatkan arti atau makna yang terkandung didalamnya.
Caranya :
·         Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
·         Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri sampai margin kanan).

Pada umumnya kutipan terdiri dari 2 jenis, yaitu:
  1. Kutipan Langsung  : Kutipan yang diambil sama seperti aslinya tanpa ada perubahan sama sekali dan jika ada kesalahan maka pengutip tidak bertanggung jawab  atas kesalahan tersebut, tetapi pengutip boleh menyesuaikan dengan ejaan yang benar jika terdapat kesalahan dengan memberikan tanda-tanda tertantu. Contohnya huruf miring dengan kutip, garis bawah  dan kurung siku.
  2. Kutipan tidak langsung : Kutipan ini ditulis berdasarkan ringkasan yang telah dibuat dari kutipan aslinya tetapi masih memiliki maksud atau arti yang sama dari kutipan aslinya. Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan tuilisan yang dibuat pengutip dan tidak perlu memberikan tanda petik, dan penyebutan sumber datap dengan menggunakan catatan kaki.

ABSTRAK  
Abstrak adalah suatu bentuk ringkasan  dari suatu tulisan yang menjelaskan secara singkat mengenai tulisan tersebut atau dengan abstrak ini para pembaca akan mengetahui gambaran umum tentang tulisan yang dibuat oleh penulis. Didalam sebuah abstrak yang baik terdapat komponen-komponen didalamnya dan dengan urutan yang sesuai, agar dapat dimengerti dengan mudah oleh para pembaca.
Beberapa komponen dalam menulis abstraksi, yaitu:
  1. Kalimat yang digunakan sederhana
  2. Menghidari singkatan dan kalimat istilah yang tidak umum digunakan karean akan sulit dimengerti pembaca
  3. Panjang kata yang digunakan untuk abstrak harus diperhatikan , contohnya untuk penulisan ilmiah biasanya sekitar 150 kata.
Selain komponen diatas, dalam menulis abstrak kita juga harus menperhatikan beberapa hal, yaitu:
  1. Abstrak harus dapat menyampaikan seluruh isi dari materi tulisan
  2. Abstrak sebisa mungkin harus dapat memberikan kesan atau pesan yang bagus dan baik  agar pembaca merasa tertarik
  3. Abstrak harus dapat membuat pembaca mengerti tentang hal yang kita sampaikan atau kita tulis dalam abstraksi.
Abstraksi juga terbagi bagi menjadi beberapa jenis. Dan jenis-jenis abstrak itu adalah Abstraksi Indikatif dan informatif
Abstraksi Indikatif adalah abstrak yang menyajikan uraiannya secara singkat padat dan jelas mengenai masalah dalam tulisannya , agar pembaca dapat memberikan penilaian yang sesuai terhadap karya tulis atau tulisan tersebut, maka pembaca dapat berfikir perlu atau tidaknya membaca tulisan asli.
Abstraks informative adalah abstrak yang menuliskan  keseluruhan tulisannya dalam bentuk yang singkat  tetapi benar-benar memberikan atau menyampaikan tulisan yang dia buat, yang disajikan dalam abstraksi informative biasanya berisi judul, penulis, instuisi, tujuan, metode,analisis laporan, hasil penelitian, dan kesimpulan.
Berdasarkan penyusunannya abstrak terbasi menjadi 2, yaitu:
Author Prepared Abstrct adalah abstrak yang disusun dan disiapakan oleh penulis abstrak itu sendiri.
Subject Expert Abstract adalah Abstrak yang disusun oleh seseornag yang bekerja atau memiliki profesi sebagai penulis abstrak.


DAFTAR PUSTAKA
Sebelum membahas pengertian dari daftar pustaka, saya akan memberikan penjelasan sedikit mengenai pengertian daftar. Daftar adalah sebuah catatan yang terdiri dari sejuamlah nama atau hal-hal lain yang disusun berdasarkan deret atau urutan tertantu.
Sedangkan daftar pustaka menurut  KBBI (Kamus Besar  Bahasa Indonesia) merupakan daftar yang terdiri dari judul buku, nama pengarang, penebit, tanggal dan lainnya,dan daftar pustaka ini biasanya ditempatkan pada bagian akhir dari sebuah laporan atau karya tulis lain.
 Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan pengertian daftar pustaka adalah Kalimat yang dituliskan mengenai sumber data atau bahan materi yang kita tuliskan. Dan yang dapa dituliskan itu berupa nama penulis, judul, dan lainnya.
Fungsi Daftar Pustaka
Fungsi dari daftar pustaka adalah untuk memberikan penjelasan mengenai sumber data atau informasi yang kita dapatkan, baik itu dari internet, buku, majalah, hasil penelitian dan lainnya. Agar kita dapat memberikan penjelasan bahwa tulisan yang kita buat itu berdasarkan dari sumber-sumber yang kita sebutkan didaftar pustaka.

Secara umum tatacara menulis daftar pustaka adalah sebagai berikut:
Nama penulis. Tahun. Judul buku. Kota. Penerbit.

Contoh menuliskan daftar pustaka :
  1. Dari  Buku atau  majalah
Ahmadi. 1990. Belajar singkat. Depok:Terbit Terus.
Jika menggunakan nama asing biasanya dibalik cara penulisannya, contoh:  Jhon van
Van, Jhon.2003.Technology simple.West:Universal Simple.
  1. Dari Internet
Ahmadi, N.(2002).Singkatan kalimat(online).Tersedia: Http://jenis2klmt.blogg.com/2002/11/singkatan-kalimat.html. (12  april 2007).
  1. Dari jurnal penelitian
Ahmadi.2008.Meningkatkan karya tulis pelajar smp.(Jurusan Bahasa Nomor 06 Volume 1 Thaun II).Depok:Balai Bahasa jawa.


Sumber:   Di ambail dari sumber (07 Desember 2012, Sekitar jam 14 .30 WIB).

Baca Selengkapnya..

Rabu, 31 Oktober 2012

Penggunaan Tanda Baca


Penggunaan Tanda Baca Dalam Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar atau EYD

Tanda baca sangat penting dalam menuliskan suatu kalimat, karena dapat memberikan kemudahan dalam memahai suatu kalimat, agar mudah dipahami maksud dari kalimat yang kita baca. Untuk itu disini akan dijelaskan sedikit tentang penggunaan tanda baca.

Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.

Beberapa jenis tanda baca yang penting antara lain adalah:

  1. Titik (.) berfungsi untuk menandai akhir kalimat berita, atau untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka
Contoh:  Dia tinggal di kota Depok.  , untuk gelar    Dr. andi, M. A.

  1. Koma (,) berfungsi untuk memisahkan anak kalimat atau hal-hal yang disebutkan dalam kalimat, juga untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka.
Contoh:  andi membeli kertas, pensil, dan penghapus.

  1. Tanda ((..)) kurung berfungsi untuk menjelaskan suatu istilah yang belum banyak diketahui oleh khalayak.
Contoh: Dia tidak memiliki KTP(kartu tanda penduduk), karena umurnya belum memenuhi syarat.

  1. Tanda (`) kutip satu berfungsi untuk mengasosiasikan suatu istilah.
Contoh: Dia adalah salah satu murid terpandai  ‘paling pandai’ dikelas.

  1. Tanda ("...") petik berfungsi untuk menandai kalimat langsung atau percakapan dalam naskah drama.
Contoh: Ayah berkata, “Dia berangkat besok sore”.

  1. Tanda (!) seru berfungsi untuk menegaskan, memberi peringatan bahwa kalimat yang bertanda seru tersebut perlu untuk diperhatikan.
Contoh:  Merdeka!

  1. Tanda (?) tanya berfungsi untuk melengkapi kalimat tanya.
Contoh: Kapan Dia pergi ?

  1. Tanda (...-...) hubung berfungsi untuk menghubungkan penggalan kata, kata ulang, rentang suatu nilai.
Contoh: Anak-anak itu bermain layang-layang.

  1. Titik dua (:) berfungsi untuk mengawali penguraian suatu kalimat.
Contoh: Hanya Ada dua pilihan untuk dia : menang atau kalah.

Beberapa contoh penggunaan tanda baca diatas hanya sebagian saja dari fungsi atau penggunaan tanda baca. Dalam mempelajari Tenggunaan tanda baca dalam bahasa Indonesia, banyak sekali kegunaan dari tanda baca diatas tergantung dari kondisi atau untuk apa kalimat yang kita gunakan. Hal itu dapat mempengaruhi kalimat yang digunakan beserta tanda bacanya, untuk mempermudah kalimat dapat dimengerti.

Sumber:  http://id.wikipedia.org/wiki/Tanda_baca (1/11/2012, (9.20)).

Baca Selengkapnya..

Cara Menulis Artikel Yang Baik Pada Blog Anda


Cara Menulis Artikel Yang Baik Pada Blog Anda

Dalam menulis artikel pada blog ada baik kita mengatahui apa saja cara dan aturan dalam menulis artikel pada blog, agar blog yang kita punya tidak dinilai sebagai blog yang hanya meng kopas artikel atau artikel yang kita buat kurang baik.
Untuk itu kita harus mengetahui cara menulis artikel yang baik, yaitu:
1.      
      Judul Artikel
Dalam memberikan judul kita harus memilih judul yang sesuai dengan tujuan blog kita, agar para pengeunjun bisa mengetahui jika dia ingin mencari artikel dia mengetahui harus kemana dia mencarinya.
 Contoh : jika kita ingin mencari tentang hal-hal yang behubungan dengan computer, maka kita langsung menuju web yang menyediakan hal-hal yang kita cari tersebut tanpa  mencari-cari lagi.
2.     
           Kata-Kata
Dalam menulis judul artikel kita harus membuat para pengunjung untuk membaca artikel kita dengan menggunakan kata-kata yang baik tentunya, dan jangan terlalu melebih-lebihkan karena dapat memberikan kesan yang kurang baik terhadap blog kita, ketika pengunjung tertarik dengan artikel yang kita buat tetapi setelah merekan membacanya ternyata tidak sesuai dengan judul, karena kita terlalu melebih-lebihkan.
3.  
             Materi
Dalam menuliskan artikel, kita jangan terlalu banyak menambahkan hal-hal yang tidak ada kaitanya dengan materi artikel yang kita buat, usahakan kita hanya menambahkan kata-kata yang hanya seperlunya saja, untuk mempermudah para pengunjung mengerti materi dalam artikel yang kita tulis. Dan tambahkan gambar-gambar yang akan membuat para pengunjung lebih mudah memahami materi artikel yang kita buat.

Dalam Mencari artikel kita usahakan jangan copas(copy-paste) dari web atau blog orang lain , karena itu dapat membuat buruk citra blog kita, dan membarikan kesan bahwa materi artikel yang kita buat hanya menngambil dari oranglain.

Ada baiknya jika maetri yang kita buat mengambial dari orang lain, ada baiknya kita membaca terlebih dahulu dan menulis ulang materi tersebut dengan  menggunakan bahasa kita sendiri dan jangan lupa memberikan sumber, tanggal, dan waktu dari mana anda mendapatkan materi tersebut.

Sumber:
(1-11-2012, 09.02)

Baca Selengkapnya..

Rabu, 13 Juni 2012

Pengaruh Teknologi Terhadap Budaya Organisasi


Pengaruh Teknologi Terhadap Budaya Organisasi

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Pengertian budaya menurut para ahli
Gibson et.al. (1996:77) merumuskan: “kultur organisasi mengandung bauran nilai-nilai, kepercayaan, asumsi, persepsi, norma, kekhasan dan pola perilaku”.

Kreitner dan Kinicki (2003:68-75) memberi batasan budaya organisasi sebagai nilai dan keyakinan bersama yang mendasari identitas organisasi yang berfungsi sebagai pemberi rasa identitas kepada anggota, mempromosikan komitmen kolektif, meningkatkan stabilitas sistem sosial, serta mengendalikan perilaku para anggota.

Luthans (1998:213) mengemukakan, budaya organisasi merupakan norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. Setiap anggota akan berperilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima oleh lingkungannya.

Sharplin (1995:225) menyatakan bahwa budaya organisasi merupakan suatu sistem nilai, kepercayaan, dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur sistem formalnya untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi.
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

Fungsi budaya organisasi
Salah satu contoh dari penjabaran tenteng fungsi organisasi menurut para ahli.
Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
a. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
b. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
d. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
e. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

Teknologi terhadap kreatifitas individu dan team
Kreativitas merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia (Maslow, dalam Munandar, 2009). Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif. Kreativitas dapat diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat (Munandar, 2009).

Ciri-ciri kreativitas
 Guilford (dalam Munandar, 2009) mengemukakan ciri-ciri dari kreativitas antara lain:
 a.Kelancaran berpikir (fluency of thinking), yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara cepat. Dalam kelancaran berpikir, yang ditekankan adalah kuantitas, dan bukan kualitas.
 b.Keluwesan berpikir (flexibility), yaitu kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide, jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari alternatif atau arah yang berbeda-beda, serta mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan atau cara pemikiran. Orang yang kreatif adalah orang yang luwes dalam berpikir. Mereka dengan mudah dapat meninggalkan cara berpikir lama dan menggantikannya dengan cara berpikir yang baru.
 c.Elaborasi (elaboration), yaitu kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.
 d.Originalitas (originality), yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli.

Dalam hal ini teknologi sangat membantu setiap individu dalam mengembangkan kreativitas yang dia miliki dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang dengan itu setiap individu dapat dengan mudah menyampaikan atau memberikan kerativitas yang diamiliki untuk dipergunakan dalam membantu kinerja dia atau pun perusahaan tampat ia bekerja.

            Dan juga dapat membantu setiap tim dalam mengumpulkan semua kreativitas dari anggota team dengan memanfaatkan teknologi yang ada , dan dengan teknologi yang ada team dapat dengan mudah memilih dengan baik kreativitas yang baik dan sesuai dengan team tersebut.

Dengan teknologi yang terus berkembang sapai saat ini memberikan kemudahan jepada setiap individu atau team dalam mengembangkan kreativitas yang dia miliki dengan memanfaatkan teknologi yang benar untuk memajukan suatu team atau organisasi.

Sumber : (diambil dari sumber tnggal 14-6-2012 sekitar jm 09.34 WIB.)

Baca Selengkapnya..

Sabtu, 12 Mei 2012

Kelompok Dalam Organisasi


Kelompok Dalam Organisasi  
Organisasi  adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Manusia adalah salah satu dimensi penting dalam organisasi. Kinerja organisasi sangat tergantung pada kinerja individu yang ada di dalamnya. Seluruh pekerjaan dalam organisasi itu, para anggotalah yang menentukan keberhasilannya. Sehingga berbagai upaya meningkatkan produktivitas organisasi harus dimulai dari perbaikan produktivitas anggota. Oleh karena itu, pemahaman tentang perilaku organisasi menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan kinerjanya.
kelompok dalam suatu organisasi dapat dilakukan dengan mekanisme pembagian atas individu–individu agar membentuk suatu kumpulan yang mempunyai pola dan sistem kerja.
 Suatu kelompok pada dasarnya adalah sekumpulan individu yang berada dalam suatu organisasi dimana para anggotanya saling mempunyai ketergantungan satu sama lain dalam melaksanakan suatu kinerja secara berstruktur.
Peran individu dalam suatu organisasi
Peran individu dalam suatu organisasi menjadi menjadi lebih penting ketika organisasi tersebut memulai suatu kegiatan, karena tanpa keterlibatanya kegiatan suatu organisasi  tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
Keterlibatan dan partisipasi individu juga menghasilkan suatu kinerja, pola kegiatan serta hasil dari keterlibatan seluruh unsur manusia dalam organisasi akan menghasilkan suatu fungsi dalam organisasi.
 Masing–masing dari individu tersebut di dalam suatu organisasi mempunyai peran yang beragam dan mempunyai keterikatan terhadap suatu wadah, yaitu organisasi. Individu merupakan komponen vital dalam suatu organisasi tetapi tidak efisien jika “individu” ingin mencapai suatu tujuan dasar organisasi. Karena individu tidak mempunyai struktur dan sistem untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
Pengaruh Kelompok Terhadap Perilaku Individu
 Pada dasarnya keanggotaan kelompok dapat mengubah perilaku individu ( Tedeschi & Lindskold, 1976 ), pengaruh kelompok ini dapat membuat anggotanya melakukan hal – hal dalam organisasi yang tidak akan dilakukannya jika mereka sendiri. Keanggotaan kelompok ini dapat juga mempengaruhi perilaku anggotanya bila tidak ada anggota lain disekitarnya. Pengaruh terhadap perilaku ini besar sekali terutama dalam kelompok yang mempunyai rasa kebersamaan yang tinggi. Arah yang ditempuhnya sebagian besar tergantung dari norma – norma yang ada dalam kelompok tersebut ( Jewell, LN; Siegall M, 1990 ).
Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami.
Kelompok Formal
Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh organisasi. Contoh dari kelompok ini adalah semua perkumpulan yang memiliki AD/ART.
Kelompok Informal
Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Keanggotan kelompok biasanya tidak teratur dan keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang jelas tapi bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati. Misalnya: kelompok arisan
Pengalaman dalam kelompok
Dalam suatu tugas kelompok saya pernah mengalami hal yang menarik karena didalam kelompok saya terdapat 2 orang yang memiliki sifat lebih tau dibandingkan anggota yang lain sehingga ia merasa dia lebih paham. Suatu ketika sedang presentasi dan menjelaskan tentang tugas yang kami buat ada seorng yang bertanya dan dia menjawab tanpa mendiskusikannya terhadap anggota yang lainnya dan ternyata dia kebingungan ketika dia Tanya secara terus menerus sampai akhirnya dia pun merasa kebingungan dan memnta bantuan anggota lain dan kami berusaha membantu dia dengan cara mendiskusikan setip pertanyaan yang ada dan menjawabnya dengan kesimpulan yang benar. Dan akhirnya dia merasa tidak eank dengan anggota lainnya dan meminta maff karena dia merasa dia bias menjawab pertanyaan itu dengan sendirian.
Dari cerita diatas dapat disimpulkan , bahwa peran setiap anggota iti sangat penting dalam kegiataan kelompok walaupun hanya sedikit yang dapat dikerjakan dari pada hanya bekerja sendiri.
Sumber:  
diambil dari sumber tanggal 13-05-2012 jam 08.06


Baca Selengkapnya..