Rabu, 11 Januari 2012

Kepemimpinan

Definisi Kepemimpinan
Banyak definisi kepemimpinan yang dikemukakan para ahli, beberapa diantarnya dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Ordway Tead (dalam Kartini Kartono, 1994:49)
Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
2. George R. Terry (dalam Kartini Kartono, 1994:49)
Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka suka berusaha mencapai tujuan-tujuan kelompok.
3. K. Hemphill (dalam M. Thoha, 1996:227)
Kepemimpinan adalah suatu inisiatif untuk bertidak yang menghasilkan suatu pola yang konsisten dalam rangka mencari jalan pemecahan dari suatu persoalan bersama.
4. Prof. Kimball Young (dalam Kartini Kartono, 1994:50)
Kepemimpinan adalah bentuk dominasi didasari kemauan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain unuk berbuat sesuatu, berdasarkan akseptasi atau penerimaan oleh kelompoknya dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi khusus.

Menurut Griffin dan Ebert, kepemimpinan (leadership) adalah proses memotivasi orang lain untuk mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Lindsay dan Patrick dalam membahas “Mutu Total dan Pembangunan Organisasi” mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah suatu upaya merealisasikan tujuan perusahaan dengan memadukan kebutuhan para individu untuk terus tumbuh berkembang dengan tujuan organisasi. Perlu diketahui bahwa para individu merupakan anggota dari perusahaan.
Peterson at.all mengatakan bahwa kepemimpinan merupakan suatu kreasi yang berkaitan dengan pemahaman dan penyelesaian atas permasalahan internal dan eksternal organisasi.
(kepemimpinan, Kasminto, Ak., M.B.A. Drs. Sjamsuddin, Hal 1)

Dari berbagai definisi tersebut, dapat ditarik suatu pengertian bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi, menggeakkan, dan mengarahkan tingkah laku orang lain atau kelompok untuk mencapai tujuan kelompok dalam situasi tertentu.

Gaya Kepemimpinan
Griffin dan Ebert mengemukakan 3 (tiga) gaya kepemimpinan, yaitu:
(1) gaya otokratik (autocratic style),
(2) gaya demokratik (democratic style),
(3) gaya bebas terkendali (free-reinstyle).
Pemimpin dengan gaya otokratik pada umumnya memberikan perintah-perintah dan meminta bawahan untuk mematuhinya. Para komandan militer di medan perang umumnya menerapkan gaya ini. Pemimpin yang menerapkan gaya ini tidak memberikan cukup waktu kepada para bawahan untuk bertanya dan hal ini lebih sesuai pada situasi yang memerlukan kecepatan dalam pengambilan keputusan. Gaya ini juga cocok untuk diterapkan pada situasi di mana pimpinan harus cepat mengambil keputusan sehubungan adanya desakan para pesaing. Gaya otokratik ini tidak selalu jelek seperti persepsi orang selama ini. Untuk menghadapi anggota tim yang malas, tidak disiplin, susah diatur, dan selalu menjadi trouble maker, gaya kepemimpinan otokratik sangat tepat untuk digunakan oleh seorang ketua tim.
Pemimpin dengan gaya demokratik pada umumnya meminta masukan kepada para bawahan/stafnya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan, namun pada akhirnya menggunakan kewenangannya dalam mengambil keputusan. Sebagai contoh, seorang manajer teknik di bagian produksi melontarkan gagasannya terlebih dahulu kepada kelompok yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut untuk mendapatkan tanggapan dan atau masukan sebelum mengambil keputusan.
Pemimpin dengan gaya bebas terkendali pada umumnya memposisikan dirinya sebagai konsultan bagi para bawahannya dan cenderung memberikan kewenangan kepada para bawahan untuk mengambil keputusan. Dengan gaya ini seorang pemimpin lebih menekankan kepada unsur keyakinan bahwa kelompok pekerja telah dapat dipercaya karena seringnya menyampaikan pendapat dan gagasannya, telah mengetahui apa yang harus dikerjakan dan mengetahui bagaimana mengerjakannya sehingga pemimpin hanya tut wuri handayani (broad based management).
Ketiga gaya kepemimpinan tersebut dapat digunakan oleh seorang ketua tim sesuai dengan situasi yang dihadapinya. Situasi di sini meliputi waktu, tuntutan pekerjaan, kemampuan bawahan, pimpinan, teman sekerja, kemampuan dan harapan-harapan bawahan, serta kematangan bawahan.
(kepemimpinan, Kasminto, Ak., M.B.A. Drs. Sjamsuddin, Hal 6-7).

Jika saya menjadi pemimpin saya akan memilih gaya demokratik.
Alasannya.
Karena , Gaya pemimpin ini dalam mengambil keputusan harus bertanya terlebih dahulu kepada para bawahan atau staffnya, karena mereka bekerja secara langsung dalam menjalankan tugas jadi mereka mengetahui atau mempunyai pendapat yang mungkin lebih baik dari pendapat dari seorang pemimpin dan pemimpin tersebut dapat mengambil kesimpulan dari pendapat yang dikeluarkan para bawahan atau staff untuk mengambil keputusan yang terbaik. Olehkarna itu gaya pemimpin seperti ini menurur saya sangat baik digunakan.

Refrensi.
Kepemimpinan. Kasminto, Ak., M.B.A. Drs. Sjamsuddin. Bogor. Pusdiklat Pengawasan BPKP.2007.
Kartono, Kartini, (1994), Pemimpin dan Kepemimpinan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Nawawi, Hadari, (1995), Kepemimpinan yang Efektif, Gajah Mada Unisity Press, Yogyakarta.
Thoha, Miftah, (1996), Perilaku Organisasi, PT. Raja Erfindo Persada, Jakarta.
Baca Selengkapnya..

Senin, 05 Desember 2011

KONFLIK ORGANISASI

Definisi konflik organisasi

Konfilk Organisasi adalah suatu proses interaksi antaran anggota organisasi yang lebih bersifat pertentangan karena suatu perbedaan, misalnya perbedaan dalam hal pendapat mengenai suatu hal, dan biasanya konflik ini terjadi antara pihak-pihak tertentu didalam suatu organisasi.

Perbedaan pandangan tradisional dan interaksi mengenai konflik

Pandangan tradisional
mengatakan bahwa konflik hanyalah merupakan gejala yang berlebihan yang mempunyai
akibat-akibat negatif sehingga perlu dihilangkan.
Sedangkan interksi mengenai konflik dapat diuraikan dengan pandangan tradisional sebagai berikut:
1. Interaksi yang terjadi antara anggota organisasi dan menghasilkan sebuah konflik maka konflik yang terjadi ini hanya akan merugikan organisasi, karena itu harus dihindarkan dan ditiadakan.
2. Konflik ditimbulkan karena adanya perbedaan kepribadian dan karena kegagalan dalam kepemimpinan.
3. Konflik dapat diselesaikan melalui pemisahan fisik atau dengan intervensi manajemen tingkatan yang lebih tinggi.

Sumber-sumber utama penyebab atau timbulnya suatu konflik dapa diuraikan sebagai berikut:
1. Kebutuhan untuk membagi sumberdaya yang terbatas,
2. Perbadaan dalam berbagai tujuan,
3. Perbedaan dalam nilai-nilai atau persepsi,
4. Saling ketergantungan dalam menjalankan pekerjaan,
5. Kemenduaan organisasi,
6. Gaya-gaya individual, dan lain sebagainya.

Teknik-teknik utama memecahkan konflik

Dalam memecahkan sebuah konflik ada beberapa metode yang dapat dilakukan , yaitu:
1. Metode pengurangan konflik,
2. Metode penyelesaian konflik(mendominasi atau menekan, berkompromi dan penyelesaian masalah secara integratif).
Selain menggunakan metode diatas kita juga dapat menggunakan beberapa strategi yang dapat digunakan, yaitu:
1. Kuadran Kalah-Kalah (Menghindari konflik),
2. Kuadran Menang-Kalah (Persaingan),
3. Kuadran Kalah-Menang (Mengakomodasi),
4. Kuadran Menang-Menang (Kolaborasi).

Daftar pustaka:
Widyatmini, Izzamperaningrum, PENGANTAR ORGANISASI &METODE, Penerbit Gunadarma, edisi ke 5 juli 1996, Jakarta 1994.
Miftah Thoha. Kepemimpinan dalam Manajemen. PT.Raja Grafindo Persada,
Jakarta, 1993.
J.winardi . TEORI ORGANISASI DAN PENGORGANISASIAN. Rajawali pers 2009. Edisi 1 -5. Jakarta. 2009
Baca Selengkapnya..

Selasa, 25 Oktober 2011

flowchart

Flowchart

sebelum kita membuat flowchart kita harus tahu apa itu flowchar ?
Flowchart adalah sebuah cara untuk mewakilkan logika berpikir atau metode penyelesaian dari suatu permasalahan yang ditunjukkan dalam bentuk diagram.

Tujuan utama dari penggunaan flowchart adalah untuk menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah secara sederhana, terurai, rapi dan jelas dengan menggunakan simbol-simbol standart.

ini adalah contoh dari flowchart yang saya buat untuk menggambarkan tahapan-tahapan dalam mengerjakan suatu soal


klik pada gambar untuk melihat gambar yang lebih jelas

sumber:
ftp://ftp.unpar.ac.id/incoming/Artikel/.../edited/BAB%2013.doc
http://irma14.blogspot.com/2008/10/flowchart.html
(diambil dari sumber paka jam 22.30, tanggal 25-10-2011)
Baca Selengkapnya..

Sabtu, 01 Oktober 2011

Organisasi

Terdapat beberapa teori dan pengertian mengenai organisasi, ada yang sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat untuk orang-orang atau masyarakat berkumpul, bekerjasama, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan bersama.

Pengertian Organisasi

Secara sederhana Organisasi dapat diartikan Sebagai tempat atau wadah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat yang memiliki tujuan dan keinginan yang sama atau untuk mencapai visi dan misi yang telah dibentuk bersama. Organisasi yang dibentuk ada yang secara resmi(berbadan hukum) maupun yang tidak resmi(tidak berbadan hukum). Organisasi juga berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam mencapai tujuan dari suatu organisasi, dan sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.

1. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.

2. James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

3. Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

4. Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Unsur-unsur Organisasi

Secara sederhana unsur-unsur organisasi yang paling dasar adalah :

1. Harus ada tempat untuk bekerja sama.

Maksudnya setiap orang yang ingin mencapai keinginannya tetapi tidak dapat mencapainya sendiri, maka orang tersebut harus mencari beberapa orang yang memiliki keinginan yang sama, sehingga terbentuklah suatu kelompok masyarakat yang memiliki keinginan yang sama yang dapat disebut organisasi atau dapat disebut juga tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki keinginan yang sama dan ingin mencapainya.

2. Harus ada orang-orang yang bekerja sama.

Maksudnya setiap organisasi harus memiliki anggota-anggota yang harus saling beinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang di inginkan.

3. Kedudukan dan tugas masing-masing orang harus jelas.

Maksudnya setiap anggota organisasi harus memiliki jabatan atau suatu organisasi harus memiliki susunan organisasi yang jelas, seperti ketua, wakil ketua, sekertaris, bendahara, dan anggota. Dan setiap anggota yang memiliki jabatan harus menjalankannya secara benar agar suatu organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik.

4. Harus ada tujuan bersama yang ingin dicapai.

Maksudnya setiap organisasi hasrus memiliki tujuan dan keinginan yang ingin dicapai bersama. Tujuan dari sebuah organisasi tersebut dapat dicontohkan seperti visi dan misi suatu organisasi.

Karakteristik Organisasi

Kerasteristik organisasi adalah perilaku dan tingkah laku suatu badan/institusi terhadap kondisi yang ada diluar institusi itu maupun didalam institusi itu sendiri, contohnya didalam dunia bisnis mereka selalu fokus kepada pelanggannya yang dari luar perusahaan itu tapitapi mereka tidak focus terhadap orang-orang di dalam perusahaan yang merupakan aset perusahaan itu sendiri. (Maksudnya Masih jarang sebuah institusi itu menganggap karyawannya berpotensi untuk jadi aset dan akhirnya kurang mendapat perhatian dari perusahan itu sendiri), jadi semua mengarah kepada mutu yang ditentukan oleh hal-hal seperti yang tertulis sebelumnya.

Kerakteristik Organisasi yang efektiv adalah :

1. Concern terhadap SDM dan memperlakukan SDM sebagai Asset yang berharga

Maksudnya dalam suatu organisasi itu harus memperhatikan sumber daya manusia(SDM) yang ditujukan untuk mendukung kinerja atau kelangsungan dari suatu organisasi.

2. Program Training dan Pengambangan terbuka seluas-luasnya

Maksudnya setiap Organisasi atau pun anggota organisasi bebas mencari suatu informasi atau pengetahuan tertentu yang dapat mendukung organisasi.

3. Program kompensasi terlaksana dengan baik

Maksudnya setiap dari kegiatan yang ada disuatu organisasi tersebut harus dijalankan atau dikerjakan dengan baik agar tidak mengganggu kegiatan organisasi dan organisasi dapat berjalan dengan baik.

4. Tingkat perputaran SDM rendah

Maksudnya dalam suatu organisasi kita harus dapat memanfaatkan SDM yang ada dengan semaksimal mungkin agar dapat menjalankan organisasi dengan semaksimal.

5. Top manajemen mempunyai komitmen dan mendukung terhadap perkembangan SDM

Maksudnya suatu organisasi harus mendukung atau memenuhi kebutuhan atau keperluan SDM agar dapat bekerja dengan baik dalam menjalankan organisasi.

6. Semua Team turut berpartisipasi dalam membuat kebijakan organisasi

Maksudnya setiap anggota organisasi harus ikut berpartisipasi dalam kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi

http://dahlanforum.wordpress.com/2009/07/21/unsur-unsur-organisasi/

http://adigugun2000.wordpress.com/2008/02/24/karakteristik-organisasi-yang-efektif/

Diambil dari sumber pada hari kamis, 29-09-2011 jam 20.50 – 21.03

Baca Selengkapnya..

Minggu, 29 Mei 2011

Lab Internet Dasar

Lab Internet Dasar merupakan lab yang digunakan bagi para mahasiswa baru kelas 1 Universitas Gunadarma. Lab ini terletak di kampus D Margonda. Lab ini dilengkapi fasilitas berupa komputer bagi setiap praktikan, tapi sangat disayangkan fasilitas yang diberiak kurang mendukung karena ada beberapa komputer yang tidak dapat digunakan oleh para praktikan.

Lab ini digunakan oleh para mahasiswa untuk melakukan kegiatan praktikum internet. Pada saat ini internet hampir menjadi kebutuhan dari sebagian besar penduduk dunia, baik di negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang. Dengan adanya praktikum internet ini, para mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami dan mengerti hal-hal mengenai internet sehingga pengetahuan tentang internet menjadi bertambah luas.

Pada dasarnya Praktikum internet ini sama seperti Praktikum-praktikum lain aa aturan-aturan yang harus ditaati oleh para praktikan dalam melakukan praktikum seperti:

Untuk Pria

  1. menggukan atau harus memakai kemeja
  2. memakai jelana panjang yang berbahan kain
  3. menggunakan sepatu tertuput

Untuk wanita

  1. menggunakan kemeja
  2. memakai rok
  3. dan menggunakan sepatu

Jika praktikan ada yang terlambat biasanya akan ditentukan batas atau waktu yang diberikan utuk para praktikan untuk dapat mengikuti praktikum dan jika praktikan datang sudah melewati batas waktu yang telah ditentkan maka prktikan tidak diijinkan untuk mengikuti praktikum.

Praktikum internet dasar ini diadakan sebanyak tiga kali pertemuan untuk semua kelas di semua jurusan. Untuk pertemuan pertama dan kedua, para praktikan diberikan materi oleh seorang tutor. Kemudian, pada pertemuan ketiga, para praktikan harus menempuh ujian dari semua materi yang telah diajarkan. Praktikum internet bagi tiap kelas dibagi menjadi dua shift, dimana mahasiswa dalam kelas tersebut jumlahnya dibagi menjadi dua. Dalam setiap pertemuan, praktikum berlangsung selama dua jam. Sebelum praktikum, para praktikan dapat men-download modul praktikum yang berisi materi-materi yang akan diajarkan pada website Lab Internet Dasar, yaitu di http://www.labintdash.blogspot.com/. Hal ini bertujuan agar para praktikan dapat mempelajarinya terlebih dahulu sebelum mengikuti praktikum. Materi-materi yang akan dipelajari dalam praktikum internet diantaranya adalah "Pengenalan Internet" untuk pertemuan pertama, serta "Search Engine dan Blog" untuk pertemuan kedua.

Pada saat pertama kali masuk ruangan praktikum para mahasiswa akan di berikan soal yang harus dikerjakan, soal-soal ini dapat disebut laporan pendahuluan yang harus dikerjakan oleh para mahasiswa, Dalam mengerjakan soal-soal tersabut praktikan dapat menggunakan fasilitas ayang ada di dalam lab untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh para tutor

Setelah mengerjakan soal-soal tersebut maka soal-soal tersebut akan dibahas secara bersama-sama dan siapa yang mau mengerjakan atau menjawab soal itu didepan maka ia akan mendapat kan nilai tambah +5, +10, atau +max. setelah itu tutor akan menambahkan jika jawaban dari mahasiswa kurang tepat dan tutor selanjutnya akan menjelaskan materi dari praktikum yang akan diajarkan pada pertemuan tersebut .

Sebelum praktikum berakhir maka tutor akan memberkan soal lagi yaitu soal yang harus dikerjakan di rumah atau dapat disebut Laporan Akhir dan dikerjakan dibuku tulis. Soal-soal ini diberikan untuk menambah pengetahuan para mahasiswa tentang dasar-dasar dari internet baik itu sejarah internet maupun hal-hal yang berhubungan dengan internet.

Kesimpulannya.

Lab Internet Dasar ini Sangat membantu proses belajar para mahasiswa dalam mengenal internet baik melalui penjelasan yang diberikan oleh para tutor atau dari soal-soal yang diberikan. Selain itu Peraturan-peraturan yang ada memberikan atau mengajarkan kepada mahasiswa untuk disiplin mentaati peraturan yang ada dan mengajarkan kepada mahasiswa menggunakan pakaian yang mencerminkan mahasiswa itu sendiri.

Baca Selengkapnya..

Jumat, 29 April 2011

Kebudayaan Suku Aborigin

Bangsa Aborigin adalah penduduk asli/awal benua Australia dan kepulauan disekitarnya, termasuk juga mencakup Tasmania dan kepulauan selat Torres. Kata aborigin dalam bahasa Inggris mempunyai arti "penduduk asli/penduduk pribumi", dan mulai digunakan sejak abad ke-17 untuk mengacu kepada penduduk asli Australia saat itu. Etnik Aborigin yang hidup di Australia ini mengembangkan kebudayaan sendiri berdasarkan kondisi lingkungan alam di mana mereka hidup.

Cara hidup orang aborigin

Mereka hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering) dan ini sudah dipertahankan semenjak beribu-ribu tahun sebelum kedatangan bangsa kulit putih. Mereka tidak mengenal pertanian, karena, disamping faktor lingkungan alam yang kurang mendukung untuk diolah menjadi lahan pertanian, juga disebabkan oleh tidak adanya bibit tanaman untuk pertanian. Kenyataan ini ternyata dapat mereka pertahankan dalam waktu yang lama, karena cara ini mereka anggap paling effesien dalam memanfaatkan alam sebagai sumber kehidupan.

Orang Aborigin menganggap diri mereka adalah bahagian dari alam dan semua benda-benda alam seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan, menurut mereka, mempunyai sifat yang sama dengan manusia. Oleh karenanya dalam tradisi Aborigin sangat dipentingkan menjaga keharmonisan alam. Dalam mengumpulkan bahan makanan dan berburu mereka selalu menjaga keseimbangan alam serta mampu memelihara sumber kehidupan. Sehingga dengan demikian persediaan sumber itu selalu terjamin.

Menurut tradisi orang-orang Aborigin, tanah adalah merupakan bahagian yang sangat penting dalam kehidupan mereka. Tanah adalah suatu yang bersifat sakral, pemilikan atas tanah adalah mutlak untuk menjaga keharmonisan jagad raya. Sebelum kedatangan orang Eropa, hampir semua daratan Australia telah dipatok menjadi wilayah-wilayah suci setiap suku Aborigin. Wilayah dan batas-batasnya (border) mereka ingat dengan baik melalui balada-balada, karena mereka memang tidak melakukan pencatatan tertulis untuk itu. Di wilayah-wilayah itulah mereka melakukan segala kegiatan mulai dari berburu, mengumpul bahan makanan dan melaksanakan upacara-upacara keagamaan. Setiap border biasanya didiami oleh satu suku Aborigin yang masing masing memiliki spesifikasi budaya dan bahasa yang berbeda-beda.

Kepercayaan atau agama suku aborigin

Orang-orang Aborigin memiliki sistem kepercayaan "dream time". Mereka percaya kepada arwah nenek moyang dan percaya kepada kekuatan-kekuatan magic yang dimiliki oleh alam terutama binatang. Disamping itu mereka juga dikenal sebagai pembuat obat yang diolah dari sumber-sumber alam. Hidup orang-orang Aborigin dikenal sebagai serba upacara. Hal itu mereka anggap penting dalam setiap pelaksanaan pekerjaan seperti perkawinan, kematian, kelahiran dan sebagainya. Peranan orang tua sangat menentukan dalam sistem kehidupan orang-orang Aborigin. Dewan Orang Tua (Council of Elders) berperan terutama dalam menentukan perang antar suku, upacara kelahiran, sunatan (inisiasi), keuntungan, pembagian makanan dan upacara kematian.

Kesenian suku aborigin

Nuansa sakral sangat dominan terlihat dalam kesenian Aborigin. Hal ini dibuktikan dengan ragam kesenian visual yang dihasilkan seperti lukisan, cukilan, goresan dan kerajinan menjalin serat (Kitley, 1994;391). Kebanyakan ekspressi kesenian itu dihubungkan dengan arwah para leluhur mereka. Cukilan pada batu dan kayu merupakan peninggalan kesenian dekoratif tertua seperti yang terdapat di kepulauan Melville dan Bathrust yang digunakan untuk dekorasi-dekorasi makam. Orang-orang Aborigin juga sangat dikenal dengan lukisan mereka. Yang paling spesifik dari lukisan itu adalah media lukis yang digunakan yaitu zat pewarna yang alamiah. Pewarna ini mereka olah sendiri dengan menggunakan bahan-bahan murni dari alam (terutama tumbuh-tumbuhan).

Lukisan Karang

Lukisan gua suku Aborigin menggambarkan binatang dan manusia dari dongeng-dongeng. Cerita-cerita ini berdasarkan kepercayaan mereka mengenai penciptaan dunia. “Lukisan X-ray” menunjukkan garis-garis tokoh dalam dongeng, juga tengkorak beserta begian-bagian dalamnya.

Bumerang

Bumerang adalah senjata khas suku Aborigin di Australia yang kalau dilempar bisa kembali lagi. Gerakan bumerang adalah kombinasi translasi dan rotasi mirip dengan bilah helikopter.

Sumber : http://irhashshamad.blogspot.com/2009/03/hegemoni-politik-dan-resistensi-budaya.html

Komentar : Kebudayaan suku aborigin ini memiliki kepercayaan "dream time". Yang artinya mereka percaya kepada arwah nenek moyang dan percaya kepada kekuatan-kekuatan magic yang dimiliki oleh alam terutama binatang. Disamping itu mereka juga dikenal sebagai pembuat obat yang diolah dari sumber-sumber alam. Dan orang suku aborigin hidup dengan cara berburu binatang tapi tidak secara berlebihan kerena mereka sangat memperhatikan keseimbanggan ekosistem yang ada dilingkungan tampet mereka hidup atau tinggal.dan suku aborigin juga memiliki beberapa kerajian yang sangat bagus kerena menggambarkan cerita-cerita tentang kehidupan mereka.

Baca Selengkapnya..

Rabu, 27 April 2011

Kebudayaan Suku Eskimo


Eskimo, atau Esquimaux, adalah istilah yang digunakan untuk orang-orang yang mendiami daerah kutub bumi, tidak termasuk Skandinavia dan sebagian besar Rusia, tapi termasuk bagian paling timur Siberia. Ada dua kelompok besar Eskimo, yaitu Inuit (di utara Alaska, Kanada, dan Greenland) dan Yupik (di barat Alaska dan Timur Jauh Rusia). Orang Eskimo memiliki hubungan dengan etnis Aleut dan Alutiiq dari Kepulauan Aleutian di Alaska dan juga Sug'piak dari Kepulauan Kodiak hingga Prince William Sound di selatan tengah Alaska.

Bahasa Suku eskimo

Suku timur Eskimo, Inuit, berbicara dalam bahasa Inuktitut, sedangkan komunitas Eskimo barat Alaska, Yup'ik, berbicara dalam bahasa Yup'ik. Terdapat suatu kesamaan dialek antara keduanya, dan dialek Inuktitut paling barat dapat dianggap merupakan bentuk dari dialek Yup'ik.

Cara hidup suku eskimo

Suku Eskimo memiliki gaya hidup yang unik. Mereka mendapatkan makanan dengan cara berburu binatang, seperti beruang dan serigala. Selain itu, mereka juga mendapatkan sumber makanan dengan cara memancing ikan. Pada umumnya makanan tersebut dikonsumsi dalam keadaan mentah. Hal ini dikarenakan kondisi mereka yang tinggal di daerah kutub yang senantiasa beku sehingga cukup sulit untuk mengolah makanan. Makanan mentah memang tidak enak untuk dimakan. Tapi karena mereka jauh dari peradaban dan teknologi canggih, maka mereka memakannya mentah-mentah.

Pakaiaan suku eskimo

Penduduk Suku Eskimo juga mengenakan pakaian yang berlapis-lapis dan sangat tebal. Hal ini dilakukan untuk mengontrol suhu tanpa banyak mengeluarkan keringat.

Cara berburu suku eskimo

Suku Eskimo yang mendiami kutub utara memiliki teknik yang unik untuk memburu srigala sebagai santapan hariannya. Mereka menggunakan pisau yang sangat tajam, lalu merendamnya didalam darah hewan lain. Darah yang menyelimuti pisau itu dibiarkan membeku. Selanjutnya pisau yang sudah dilumuri darah beku tersebut, ditanam didataran tinggi tempat srigala sering bermain. Pisau itu sendiri ditanam dengan dengan posisi bagian ujung (mata pisau) mencuat keatas.

Dengan trik seperti itu, acapkali srigala datang dan mengendus-endus bau darah yang menyelimuti pisau tersebut. Tentu saja, mata pisau yang tajam dengan sendirinya melukai lidah si srigala.

Walaupun demikian udara yang dingin membuat sang srigala tidak merasa sakit, meski ia menjilati pisau yang tajam dan darahnya sendiri. Lama kelamaan srigala mati lemas, karena kehabisan darah. Selanjutnya sudah bisa ditebak! Suku Eskimo dapat dengan mudah membawa srigala itu untuk dijadikan santapan.

Rumah suku eskimo

Bangsa Eskimo yang hidup di lingkar atas kutub utara memiliki sebuah rumah unik yang bernama Igloo, di katakan unik karena seluruh bagian rumah terbuat dari es dan bentuknya setengah bundar ( Dome ) dan berpintu masuk berupa silinder. Seperti kebutuhan rumah manusia lainnya, orang orang eskimo juga memiliki alasan membuat Igloo untuk berlindung dari udara dingin, hewan buas (hewan buas kutub seperti beruang).

Bangunan Igloo ini memiliki konstruksi yang kuat karena di buat dengan Es yang tak mudah meleleh dan mereka membuat Igloo waktu saat musim dingin akan datang jadi bisa dikatakan kalo rumah jenis ini merupakan rumah temporer yang hanya ada waktu musim dingin karena saat musim hangat (panas/summer) Igloo akan meleleh. Suhu di dalam rumah Iglo cukup hangat dan nyaman ditinggali dan tak terpengaruh suhu diluar yang bisa sampai -45 derajat celcius dan semua kegiatan dilakukan di dalam rumah tersebut.

Igloo terdiri dari 3 jenis yang dibedakan menurut besar ruangan dan kegunaan:

* Igloo tipe kecil untuk tempat berlindung sementara (semalam atau dua malam) yang sering dibangun pemburu sewaktu berburu di padang atau lautan es.

* Igloo semipermanen berukuran sedang untuk tempat tinggal keluarga. Di dalamnya hanya terdiri dari 1 ruangan yang bisa ditinggali bersama oleh 2 keluarga. Sejumlah igloo semipermanen di suatu daerah membentuk permukiman "desa orang Inuit".

* Igloo berukuran besar yang dibuat untuk kesempatan khusus. Dibangun dari igloo berukuran lebih kecil yang dirombak agar menjadi lebih besar, tapi bisa juga merupakan bangunan baru. Di dalam igloo berukuran besar terdapat 5 ruangan dan dapat menampung sampai 20 orang. Igloo berukuran besar bisa juga dibangun dari beberapa igloo berukuran kecil yang dihubungkan dengan terowongan, sehingga hanya ada satu jalan masuk untuk beberapa igloo. Di dalam igloo berukuran besar bisa diadakan pesta bersama, dansa tradisional (musik Inuit dan Katajjaq).

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Eskimo

Komentar : kebudayaan suku Eskimo ini sangat unik kerena mera tinggal di daerah yang diselimuti es dan mereka tinggal di rumah yang terbuat dari es juga yang disebut dengan igloo yang didalamnya cukup hangat dan nyamandan tidak terpengaruh dengan suhu udara diluar, selain itu mereka juga menggunakan pakaian yang sangat tebal yang terbuat dari bulu atau kulit hewan yang mereka tangkap, dan mereka dalam mencari makanan dilakukan dengan cara berburu hewan yang ada disekitar mereka, seperti serigala, ikan dan lainnya .

Baca Selengkapnya..